WELCOME TO RD-PROJECT WEB BLOG's

Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis Informatika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis Informatika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Januari 2011

Bisnis dalam bidang TI

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pada saat ini Indonesia sudah memasuki era globalisasi yang mana pekerjaan rutinitas ataupun tidak yang umumnya dilakukan dengan cara tradisional dan kurang efisien semakin berubah menuju pekerjaan yang berbasis sistem komputerisasi yang efisien, sehingga persaingan bisnis yang sangat ketat saat ini menuntut adanya alat bantu atau sistem pekerjaan yang mudah, cepat, tepat, akurat, dan efisien. Sehingga di masa sekarang banyak perusahaan yang akhirnya memiiki banyak kebutuhan dan dituntut melakukan perubahan pada sistem kerja perusahaan yang dapat menghasilkan struktur dan tatanan pekerjaan menjadi rapi dan efektifitas yang tinggi.

Karena itu banyak perusahaan sekarang yang membutuhkan IT dalam produksi kerjanya. Namun, tentu saja tidak semua pegawai tahu banyak tentang IT. Apalagi mendalami bidang IT itu sendiri untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaannya karena rata-rata pada dasarnya mereka memang tidak berkecimpung di bidang ini.

Keadaan ini tentunya dimanfaatkan para pekerja IT dengan menjadikannya sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. Bisnis di bidang IT ini mencakup layanan jasa dan juga penjualan. Ini ditandai dengan banyaknya grup-grup atau kelompok-kelompok kecil dibentuk oleh para pekerja IT untuk memenuhi permintaan “pasar” tersebut. Biasanya usaha-usaha kecil ini, yang dibentuk menjadi PT (Perseroan Terbatas) atau CV (commanditaire vennootschap = Persekutuan Komanditer) menyediakan layanan penjualan seperti pengadaan software atau hardware komputer sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Adapun layanan jasanya biasanya berupa :

1. Maintenance Support and Services
2. Networking Maintenance and Installation

Maintenance Support and Service atau dalam Bahasa Indonesianya biasa kita sebut Layanan dan Dukungan Pemeliharaan adalah sistem perawatan komputer baik hardware maupun software yang dilakukan secara berkala dengan tujuan agar komputer PC berjalan stabil, cepat, aman dan terhindar dari berbagai masalah yang mengganggu pekerjaan dalam perusahaan di computer. Jadi, para pekerja IT ini bekerja untuk mengatasi masalah komputer pada suatu perusahaan.

Sedangkan Networking Maintenance and Installation atau dalam Bahasa Indonesianya adalah Pemasangan dan Pemeliharaan Jaringan adalah melayani permintaan akan instalasi dan perawatan jaringan kantor yang meliputi hal perkabelan, setting, pengadaan hardware, sistem jaringan yang dibutuhkan, dan hal lain yang berkaitan dengan jaringan (network).

Penghasilan dari bidang ini juga cukup lumayan, karena bidang ini akan terus mengikuti perkembangan jaman. Apalagi dengan dua system “pembayaran” yang biasanya dikenakan oleh suatu perusahaan di bidang IT ini yaitu kontrak kerja, dan “on-call”. Kontrak kerja biasanya mengikat kedua belah pihak dalam suatu jangka waktu tertentu untuk layanan pemeliharaan komputer di perusahaan “penyewa”. Sedangkan system “on-call”, berarti suatu perusahaan menggunakan jasa pekerja IT ini ketika dibutuhkan saja. Tapi yang manapun sistemnya, tetap saja bisnis ini sangat menguntungkan. Karena sudah menjadi pandangan umum bahwa sesuatu hal yang berhubungan dengan elektronik dalam hal ini computer, dan bidangnya IT, biayanya pasti tidak murah.

Jadi, mau mencoba untung dengan berbisnis di bidang IT?

SUMBER:
http://mokta-edynurrachyanto.blogspot.com/2010/03/usaha-dalam-bidang-it.html
Read More..

Pengaruh dan peranan TI terhdap perkembangan bisnis online di Indonesia

Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur TI, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data dan teknologi komunikasi.

Jika anda sering browsing di internet, suka baca-baca artikel dan lain-lain, tentu anda sering menemui iklan-iklan atau bahkan tutorial mengenai bisnis online yang dijual berupa ebook, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi ini perkembangan bisnis online di indonesia pun sangat naik pesat seiring dengan semakin banyak dan murahnya koneksi internet di Indonesia. Tentu hal ini menguntungkan untuk kemajuan bisnis online bukan. Ditambah lagi bisnis online tersebut mempunya banyak keunggulan dibandingkan dengan bisnis secara offline.
Sebagian keunggulan-keunggulan bisnis secara online adalah bisa dilakukan dimana saja tempat sangat fleksibel. Anda tidak perlu biaya lain untuk berbisnis online seperti bisnis offline pada umumnya, tidak perlu sewa toko, tidak perlu menjaga dagangan anda, karena sistem dari bisnis online yang bekerja,tidak perlu pergi kesana-kesini dan biaya operasional yang minim.

Kemudian modalnya sangat kecil. Anda hanya perlu komputer dan koneksi ke Internet. Selain modal kecil resiko rugi besar juga lebih kecil dibanding bisnis konvensional. Tidak perlu sewa tempat, tidak membutuhkan kantor besar dan biaya perawatan dan gaji karyawan dan tidak perlu punya gudang untuk stock barang-barang anda. Waktu operasional jam kerja lebih singkat tidak perlu jaga mulai dari pagi sampai sore atau bahkan malam. Karena bisnis anda bisa berjalan secara otomatis dengan system yang sudah dipersiapkan secara otomatis, anda bisa mengontrol perkembangan bisnis anda dan tidak ada campur tangan orang-orang yang tidak anda kehendaki dalam bisnis online anda. Dan masih banya lagi keuntungan-keuntungan sehingga anda juga ingin berbisnis secara online.

Jika anda ingin berkecimpung dan mendalami internet marketing lebih dalam, ada banyak jenis-jenis bisnis online yang bisa anda ditekuni, jangan takut gagal sudah banyak para internet marketer dari Indonesia yang berhasil dan menjadikan bisnis internet marketing sebagai sumber penghasilan utama.

Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang-bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain.

sumber:
http://www.docstoc.com/docs/20488916/1-PENGARUH-KEMAJUAN-TEKNOLOGI-INFORMASI-TERHADAP-PERKEMBANGAN
http://cahayailmukomputer.com/berita-194-keunggulan-cara-membedakan-bisnis-online-scam-dan-tips-membeli-suatu-produk.html

Read More..

Dampak Euforia piala AFF terhadap perekonomian Indonesia dalam bidang informatika

Tak dapat dipungkiri lagi, Piala AFF tahun 2010 kali ini begitu menyihir para penggila sepak bola di Indonesia. Piala AFF mungkin hanya kejuaraan setingkat asia tenggara(ASEAN), tetapi ini bukan sekedar piala, ini adalah sepak bola.

SEPAK BOLA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA
Kesuksesan Timnas Indonesia pada ajang ini (walaupun hanya sebagai runner-up) telah membawa euforia tersendiri khususnya bagi para penggila sepak bola indonesia, hal ini sangat memberikan dampak positif untuk perekonomian indonesia dari mulai pertumbuhan ekonomi rakyat (dari mulai marcendise atribut TIMNAS Indonesia dan penjual makanan disekitar stadion GBK) sampai pada perekonomian negara (dari jumlah kedatangan supporter negara lain kedalam negeri dan juga penjualan tiket stadion).

Khususnya dalam bidang informatika, sistem ini telah memberikan kontribusi untuk membantu menggenjot roda perekonomian indonesia dengan metode lain dalam hal penjualan tiket online(dari mulai penjualan tiket stadion, tiket kereta api dan juga tiket pesawat) selama perhelatan Piala AFF. Metode ini juga membantu meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap pembelian tiket/ transaksi secara online. Metode ini sangat membantu sekali untuk mengurangi penumpukan antrian tiket
Read More..

Sabtu, 15 Januari 2011

Manfaat E-commerce bagi pengguna bisnis online

Mungkin istilah e-commerce sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita, Istilah e-commerce dapat saja diartikan berbeda-beda oleh setiap orang, yang penting untuk dimengerti adalah persamaan-persamaannya : e-commerce melibatkan lebih dari satu perusahaan, dan dapat diaplikasikan hampir di setiap jenis hubungan bisnis.

Menurut Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.

istilahe-commerce sebenarnya dapat didefinisikan berdasar 5 perspektif:
(1)on- line purchasing perspective; (2) digital communications perspective; (3) service perspective; (4) business process perspective; dan (5) market- of-one perspective.
Dengan demikian, pada hakikatnya dalam lingkup yang luas e-commerce bisa dikatakan ekuivalen atau sama dengan e-business

Keuntungan E-COMMERCE
keuntungan e-commerce bagi bisnis :
Dengan melakukan kegiatan bisnis secara online, perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis
mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan. Pelaku bisnis dapat mengumpulkan informasi mengenai para pelanggannya melalui penggunaan cookies. Cookies merupakan file kecil yang terdapat di dalam hard disk pemakai

pada saat pemakai tersebut memasuki sebuah website. Cookies membantu operator website tadi untuk mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan membeli yang dilakukan oleh sekelompok orang. Informasi ini tidak terhingga nilainya bagi bisnis karena informasi tadi menjadikan pelaku bisnis membuat target periklanannya lebih baik dengan informasi yang lebih baik mengenai demografis.

Keuntungan lainnya bahwa e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di internet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional. Hal ini membantu perusahaan dalam meningkatkan keuntungannya. Salah satu jenis bisnis yang mengambil keuntungan dari e-commerce adalah perbankan.

MANFAAT E-commerce Dalam Bisnis


keuntungan e-commerce bagi konsumen :
Seperti halnya bisnis yang berkeinginan merangkul e-commerce sebagai suatu cara yang sah untuk melakukan kegiatan bisnis, konsumen juga berkeinginan mengambil keuntungan dari seluruh kemungkinan yang ditawarkan oleh e-commerce. Keuntungan yang terbesar bagi konsumen adalah melakukan bisnis secara online dengan mudah. Seorang pembeli di internet dapat menggunakan komputer pribadinya pagi atau malam selama 7 hari per minggu untuk membeli hampir semua barang. Seorang konsumen tidak perlu mengantri di toko atau bahkan meninggalkan rumahnya; yang dilakukan hanya mengklik sebuah produk yang ingin dibelinya, memasukkan informasi kartu kreditnya, kemudian menunggu produk itu tiba melalui pos.

Beberapa perusahaan e-commerce telah membuat proses ini lebih mudah. Beberapa toko online menyimpan informasi kartu kredit pembelinya di server mereka, sehingga informasi yang dibutuhkan hanya dimasukkan sekali saja. Beberapa bisnis online bahkan tidak mengirimkan produk-produknya ke pelanggan melalui pos, khususnya yang menjual software komputer. Sebagai contoh : beyon.com mengizinkan para pelanggannya untuk men-download software yang dibelinya langsung ke komputer mereka. Produk-produk lain seperti video dan musik akan tersedia dengan cara seperti ini pada saat mendatang, sejalan dengan meningkatnya bandwidth dari waktu ke waktu dan waktu download yang meningkat.

Keuntungan lainnya yang ditawarkan oleh e-commerce ke konsumen adalah pengurangan biaya. Perusahaan yang menjual saham secara online, seperti e- trade.com membebankan biaya hanya sekitar $ 10 per perdagangan, yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli saham tersebut melalui perantara saham tradisional.

Secara ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut :
- Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
- Bagi Pengelola bisnis : efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
- Bagi Manajemen : peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan

sumber:
http://www.scribd.com/doc/2083958/ecommerce
http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:zPkvA0M1cJoJ:noorhayatin.staff.umm.ac.id/files/2010/10/E-Commerence.ppt+Manfaat+E-commerce+bagi+pengguna+bisnis+online&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESggxwYz0jp6eCo8AxuGhJFaFHOPlckwUX9B32LxkOKUGtO7eJHCtDhKNG9nUCUo-Bt7sHDTYThuRXKJ3zHxQqY_OpuAfeWLAGtlrf3UubJe3OmJEOGuAsI4XY10A5yYiat6eicx&sig=AHIEtbRWL-984Pqby_krtwfNye3hZ29owA
nasari.files.wordpress.com/2010/05/e-commerce.pptx
Read More..

Senin, 29 November 2010

Pengaruh Kedatangan Obama Untuk Perekonomian Indonesia & Dampak dari Letusan Gunung Merapi

Pengaruh Kedatangan Obama untuk Perekonomian Indonesia

Rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) ke Indonesia pada 20-22 Maret mendatang masih memicu pro dan kontra di masyarakat. Sejumlah pihak masih banyak yang menyatakan ketidaksetujuannya dengan kedatangan Obama ke Indonesia. Tapi banyak pula yang mendukung dan menyatakan kebanggaannya dengan kedatangan Obama ke Indonesia mengingat Indonesia pernah menjadi tempat khusus bagi Obama sewaktu kecil.
Terlepas dari pro dan kontra dari sisi politik dan keamanan mengenai kedatangan Obama ke Indonesia, kita juga perlu meninjau dampaknya secara ekonomi. Secara politik, kedatangan Obama akan memberikan pengaruh yang cepat. Tapi secara ekonomi tidak langsung dirasakan saat itu juga.
Hanya saja, kita patut memikirkan dampak tersebut dari sisi ekonomi. Karena dari sisi ekonomilah yang akan memberikan dampak bagi pergerakan perekonomian nasional. Mengapa dampak dari ekonomi perlu kita hitung? Karena kedatangan Obama ke Indonesia akan menjadi tes case sejauh mana kesiapan negara Indonesia dalam bidang keamanan nasional, kesiapan dalam menerima pengaruh dari luar dan kesiapan bekerja sama dengan AS sebagai salah satu negara adidaya dalam bidang ekonomi.













Dampak positifnya dari segi perekonomian:
o Para investor dari AS dan sekutunya tentu akan memantau Indonesia dalam kerja sama bilateral yang digalang Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jika hasil yang dicapai positif maka peluang untuk mengundang investor ke dalam negeri akan cukup besar.
o Obama datang ke Indonesia IHSG Cetak Rekor itulah berita baik bagi perekonomian Indonesia atas kedatangan Obama di Indonesia. Seperti pemberitaan Media Indonesia mengenai Obama datang ke Indonesia ini menyebutkan bahwa kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengkilap bahkan sukses mencetak rekor baru dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Pada perdagangan Selasa (9/11), IHSG ditutup naik 38,221 poin (1,03%) ke level 3.737,484. Indeks LQ 45 menguat 7,461 poin (1,09%) ke level 690,261. Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah bursa saham Indonesia. Sebelumnya, level tertinggi dicetak pada 8 November 2010 dimana IHSG ditutup di level 3,699.26.

Dampak negatif:
• Terjadinya kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas yang terjadi di jalur-jalur tertentu, khususnya yang dilintasi rombongan Presiden Amerika Serikat. Yang mengakibatkan terhambatnya perputaran ekonomi didaerah tersebut (seperti yang dirasakan oleh pedagang atau angkutan umum)
• Yang pasti penggelontoran dana yang sangat berlebih untuk penyambutan Obama yang sangat jauh berbeda dengan kedatangan dari presiden austria beberapa hari kemudian

Sumber:
http://tlogosari.net/obama-datang-ke-indonesia-ihsg-cetak-rekor/
http://harianjoglosemar.com/berita/manfaat-apa-dari-kedatangan-obama-11006.html


Dampak Letusan Gunung Merapi terhadap Perekonomian Indonesia

Dampak letusan Gunung Merapi terus meluas. Tak hanya menebarkan debu vulkanik, letusan Merapi juga membuat aktivitas ekonomi di Yogyakarta dan sekitarnya terhenti. Ratusan ribu orang pun harus meninggalkan rumah dan bertahan di pengungsian, seperti terlihat pada Ahad (7/11) petang di sejumlah tempat.

Berdasarkan data Staf Kepresidenan Bidang Bencana, sedikitnya 64 desa di Sleman dan puluhan desa di Magelang serta Klaten porak poranda. Bahkan, desa tersebut dinyatakan tertutup karena berada di zona yang tidak aman. Sebagian desa sudah tertutup debu vulkanik dengan ketebalan hingga satu meter.

Korban tewas pun tak bisa dibilang sedikit, yakni mencapai 144 orang. Puluhan lainnya mengalami luka bakar serius sehingga harus dirawat di sejumlah rumah sakit, baik di Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

Tak hanya itu. Hujan debu dari Merapi juga meluas dan membatasi jarak pandang. Lalu lintas, baik darat maupun udara, mulai terganggu. Bahkan, penerbangan dari dan ke Yogyakarta ditutup sementara waktu. Sedangkan Bandar Udara Adi Sumarmo Solo masih berlakukan sistim buka tutup.

Meletusnya Merapi juga memukul industri pariwisata. Jalan Malioboro dan Candi Borobudur diselimuti debu. Bahkan, sejumlah industri kerakyatan berbasis kerajinan rakyat terpaksa meliburkan sementara pekerjanya karena hujan debu. Warga berharap, kondisi ini segera berakhir sehingga mereka bisa menjalankan aktivitas seperti biasa lagi.

Dampak Positif:
o Menambah kesuburan kawasan sekitar merapi, sehingga dapat ditumbuhi banyak pepohonan dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu beberapa tahun kedepan.
o Dapat dijadikan objek wisata bagi wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara setelah Gunung Merapi meletus.
o Hasil erupsi (pasir) dapat dijadikan mata pencaharian seperti penambangan pasir dan karya seni dari endapan lava yang telah dingin.
o Aktifitas gunung api dapat menghasilkan geothermal atau panas bumi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
o Sisa-sisa aktivitas Gunung Merapi dapat menghasikan bahan-bahan tambang yang berguna dan bernilai tinggi. Seperti belerang, batu pualam dan lain-lain. .
o Membangkitkan industry semen dan industry yang berkaitan dengan insfrastuktur bisa bangkit, termasuk bisa menyerap banyak tenaga ahli untuk memulihkan infrastruktur dan sector lainnya di kawasan terkena musibah.
o Terjadinya disribusi keadilan ekonomi, dengan banyaknya sumbangan dari para dermawan. Dan juga dapat bantuan dari luar negeri atas terjadi bencana-bencana tersebut.

Dampak Negatif dari segi Perekonomian
• Merusak pemukiman warga sekitar bencana.
• Menyebabkan kebakaran hutan, kerusakan daerah sekitar bencana, dan mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat yang tertimpa bencana serta kerugian untuk Negara Indonesia. Karena, dengan begitu devisa Negara akan menurun diakibatkan para wisatawan yang takut unuk datang ke Indonesia karena banyak bencana alam tersebut
• Tanaman (seperti padi, jagung, dan tanaman lainnya) yang ditanam warga sekitar banyak yang mati, dan binatang ternak pun banyak yang mati karena bencana alam tersebut.
• Menyebabkan gagal panen.
• Matinya infrastruktur.
• Terhentinya aktivitas mata pencaharian warga sekitar bencana.
• Pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak terduga untuk memperbaiki infrastruktur yang telah rusak akibat bencana
• Terhentinya industri pariwisata yang ada didaerah bencana alam tersebut.
• Terhentinya beberapa alat transportasi akibat bencana alam tersebut, seperti bandara, kapal laut, dan masih banyak lagi.
• Terganggu hubungan komunikasi, akibat jaringan listrik terputus dan aktifitas masyarakat lumpuh karena bencana tersebut.

Dampak negatif lainnya:
1. luka bakar dengan berbagai derajat keparahannya.
2. cedera dan penyakit langsung akibat terkena batu, kerikil dan lava.
3. dampak abu gunung berapi yakni risiko gangguan pernafasan akibat berbagai jenis gas seperti S02, H2S, N02 serta debu dalam bentuk cemaran partikulat debu.
4. perburukan penyakit yang sudah lama diderita oleh pasien atau pengungsi. Dan
5. dampak lain seperti kecelakaan lalu lintas akibat jalan berdebu licin.

Sumber:
http://berita.liputan6.com/daerah/201011/305362/Dampak.Letusan.Merapi.Meluas
http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2010/11/08/116523/Muntilan-dan-Magelang-Terparah-Dampak-Merapi
http://regional.kompas.com/read/2010/11/05/0946319/5.Ancaman.Akibat.Dahsyatnya.Merapi
http://nasional.tvone.co.id/berita/view/45318/2010/11/05/warga_panik_gemuruh_gunung_merapi_terdengar_hingga_yogyakarta/
Read More..

Selasa, 19 Oktober 2010

SII (Stratrgy of Information Integrasion)

1. FENOMENA INTEGRASI SISTEM INFORMASI
Tuntutan globalisasi dan persaingan bebas serta terbuka dewasa ini secara langsung telah memaksa berbagai organisasi komersial seperti perusahaan maupun non komersial seperti pemerintah untuk menata uang platform organisasinya. Dalam konteks ini, berbagai inisiatif strategi ditelurkan oleh sejumlah praktisi organisasi yang masing-masing mengarah pada keinginan berkolaborasi atau berkooperasi untuk menyusun kekuatan dan keunggulan baru dalam bersaing (baca: coopetition = collaboration to compete). Terkait dengan hal ini, sejumlah fenomena yang menggejala akhir-akhir ini antara lain:

• Terjadinya merger dan akuisisi antar dua atau sejumlah organisasi dalam berbagai industri vertikal, seperti: perbankan, asuransi, manufaktur, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya;
• Restrukturisasi korporasi yang dilakukan dengan mengubah pola relasi antar anak-anak perusahaan dalam sebuah konsorsium grup usaha;
• Strategi kerjasama berbagai institusi pemerintah secara lintas sektoral untuk meningkatkan kinerja birokrasi;
• Tuntutan berbagai mitra usaha dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas aliansi dan kolaborasi; dan lain sebagainya.

Adanya berbagai fenomena tersebut secara tidak langsung memberikan dampak bagi manajemen organisasi, terutama dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber dayanya masing-masing. Beragam tuntutan yang bermuara pada keinginan untuk ”mengintegrasikan” secara fisik maupun relasi dua atau lebih organisasi tersebut bermuara pada kebutuhan melakukan upaya ”sharing” sejumlah sumber daya data dan informasi (maupun pengetahuan) yang dimiliki sesama organisasi. Artinya adalah bahwa, dua atau lebih sistem informasi yang ada harus diupayakan untuk ”diintegrasikan”. Terkait dengan hal ini, pengalaman membuktikan bahwa proses tersebut tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Lamanya proses
integrasi dan sering kandasnya usaha tersebut menggambarkan tingkat kesulitan atau kompleksitas usaha integrasi yang dimaksud. Banyak kalanagan praktisi menilai bahwa masalah utama yang dihadapi bukanlah karena kendala teknis, namun lebih banyak didominasi oleh hal-hal yang non teknis (baca: politik organisasi). Tidak banyak pihak yang mampu mencari jalan keluar dalam menghadapi kenyataan ini.

2. METODOLOGI SEBAGAI BAHASA BERSAMA
Dengan mempelajari sejumlah ilmu perilaku organisasi, jalan buntu politisasi tersebut dapat
dipecahkan dengan menggunakan sebuah metodologi yang disusun berdasarkan fenomena resistensi yang kebanyakan disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:

• Ego sektoral organisasi yang sangat tinggi sehingga menutup kemungkinan untuk mau diatur atau bekerjasama dengan organisasi lain (kecuali jika yang bersangkutan menjadi pemimpin konsorsium);
• Anggapan bahwa sistem informasi merekalah yang terbaik dibandingkan dengan yang dimiliki oleh pihak-pihak mitra lainnya;
• Konteks kepentingan yang berbeda pada setiap organisasi sehingga sulit dicari titik temu yang memungkinkan untuk melakukan integrasi secara cepat;
• Berebutan untuk menjadi pimpinan tim integrasi dalam sebuah konsorsium kerja sama;
• Ketidakinginan untuk saling membagi data, informasi, maupun pengetahuan yang dimiliki karena akan dianggap mengurangi keunggulan kompetitif individu maupun organisasi;
• Ketidaktahuan harus memulai usaha integrasi dari mana sehingga kondusif untuk dilakukan sejumlah pihak terkait; dan lain sebagainya.

Pendekatan dimaksud adalah dengan menggunakan metodologi yang menekankan pada evolusi pelaksanaan enam tahap integrasi seperti yang dijelaskan berikut ini.
GAMBAR: EVOLUSI STRATEGI INTEGRASI

Tahap I: Eksploitasi Kapabilitas Lokal

Pada tahap pertama ini, yang perlu dilaksanakan adalah melakukan pengembangan maksimal terhadap kapabilitas sistem informasi masing-masing organisasi. Tujuan dari dilakukannya tahap ini adalah untuk memahami secara sungguh-sungguh batasan maksimal kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan kebutuhan manajemen strategis dan operasional organisasi yang bersangkutan – baik dilihat dari segi keunggulannya maupun keterbatasannya. Hasil kajian ini sangatlah berguna untuk tahapan selanjutnya, terutama nanti dalam melihat cara-cara mengatasi keterbatasan masingmasing sistem informasi terkait. Adanya tahap ini juga bermanfaat bagi mereka yang selama ini belum tahu benar mengenai karakteristik dan spesifikasi sistem informasi yang dimiliki untuk dapat lebih mengerti kapabilitas kemampuan sistem yang sebenarnya. Aktivitas eksploitasi yang dimaksud dapat hanya merupakan sebuah kajian atau simulasi analisa belaka atau benar-benar dilakukan pengembangan sistem yang dimaksud. Berbagai pendekatan teori manajemen dapat dipakai untuk membantu proses eksploitasi ini, seperti misalnya: SWOT, risk assessment, gap analysis, value assessment, dan lain sebagainya. Esensi keluaran (baca: outcome) dari tahap ini adalah pemahaman akan keunggulan dan keterbatasan sistem informasi yang dimiliki organisasi dalam hal memenuhi visi dan misi organisasi yang bersangkutan maupun dalam kaitannya dengan kebutuhan organisasi mitra lainnya yang diajak bekerjasama.

Tahap II: Lakukan Integrasi Tak Tampak
Setiap kerjasama atau kolaborasi dua atau lebih organisasi kerap mendatangkan kebutuhan baru. Dan ketika kebutuhan bersama ini muncul, seringkali tidak dapat dipenuhi oleh sebuah sistem informasi yang dimiliki salah satu anggota konsorsium. Karena Tahap I yaitu kajian kapabilitas sudah dilakukan, tidak akan ada satu organisasi pun yang berani ”berbohong” atau ”membual” bahwa hanya sistem informasinyalah yang dapat menyediakan kebutuhan kerjasama konsorsium. Pada saat kebutuhan baru ini berhasil didefinisikan secara jelas, masing-masing organisasi melalui CIO-nya (CIO = Chief Information Officer) – atau personal dengan otoritas tertinggi di bidang sistem informasi – berkumpul dan berdiskusi bersama untuk mencari jalan keluar pemenuhan kebutuhan yang ada. Secara tidak langsung, dalam proses ini, cetak biru arsitektur masing-masing sistem informasi dapat mulai saling
diperkenalkan dan dipertukarkan. Jika hal ini berhasil dilakukan, maka tahap yang tersulit dalam integrasi, yaitu duduk bersama untuk memikirkan kepentingan yang lebih besar berhasil dilalui. Pada saat inilah
sebenarnya hakekat ”integrasi” telah dilakukan. Secara teknis yang biasa dihasilkan adalah ide-ide solusi dalam bentuk penambahan sejumlah entitas atau komponen sebagai jembatan antara satu sistem dan sistem lainnya tanpa harus merusak masingmasing sistem informasi yang telah dianggap baik bekerja oleh setiap organisasi yang ada. Artinya adalah bahwa secara vertikal, masing-masing sistem informasi tetap melayani setiap organisasi terkait,
sementara secara horisontal telah dilakukan proses integrasi melalui penambahan komponen-komponen baru hasil diskusi beragam organisasi yang terlibat (misalnya: interface, middleware, application integration system, database clearing house, dsb.). Keluaran sesungguhnya dalam tahap ini adalah kepercayaan dan kesadaran akan perlunya kerjasama untuk memecahkan solusi.

Tahap III: Kehendak Berbagi Pakai
Ketika skenario pada tahap kedua telah berjalan dengan baik (baca: efektif), langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi seberapa efisien dan optimum solusi tersebut berhasil dibangun terutama dalam kaitannya dengan pemanfaatan beraneka ragam sumber daya organisasi. Tentu saja efisiensi dan optimalisasi tertinggi belum terlihat dalam solusi tersebut karena dibangun dengan paradigma ”tidak mengganggu” masing-masing sistem informasi.
Sekali lagi para CIO akan berkumpul dan melihat bahwa banyak peluang untuk meningkatkan kinerja solusi yang dihasilkan jika dan hanya jika adanya ”sharing” atau pola berbagi pakai antar sumber daya teknologi informasi yang dimiliki masing-masing organisasi. Dalam konteks inilah mulai terlihat adanya tawaran untuk misalnya menggunakan server dari organisasi A, aplikasi dari organisasi B, database dari organisasi C, jaringan dari organisasi D, dan lain sebagainya. Semua itu terjadi sebagai dampak kehendak untuk mencari solusi yang terbaik, sehingga seluruh CIO merasa tertantang intelejensianya dalam menghasilkan sistem yang dimaksud. Keluaran terpenting dari tahap ini adalah mulai bergesernya pemikiran-pemikiran yang didominasi oleh faktor emosional ke ide-ide brilian
yang dipandu oleh pemikiran rasional.

Tahap IV: Redesain Arsitektur Proses
Mencari solusi dengan berbekal berbagi pakai sumber daya biasanya dapat dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan pemilik kepentingan internal (baca: internal stakeholder). Ketika konsorsium organisasi tersebut harus berurusan dengan pemenuhan kebutuhan pemilik kepentingan eksternal, seperti misalnya pelanggan atau publik, maka proses yang cepat, berkualitas, dan murah adalah yang menjadi dambaan mereka. Hal tersebut tidaklah mungkin terjadi jika secara lintas organisasi tidak dilakukan aktivitas redesain proses. Di sinilah tahap penentu integrasi diuji kembali, karena yang akan terlibat tidak sekedar para CIO, melainkan pimpinan nomor satu dari masing-masing organisasi. Kegiatan kolaborasi ini akan efektif jika bermula dari akhir, dalam arti kata menggunakan kebutuhan pemegang kepentingan akhir (yaitu pelanggan atau publik) sebagai target solusi redesain. Dengan berpegang pada konsep dan teori BPR (= Business Process Reengineering) sejumlah usaha untuk melakukan
eliminasi, simplifikasi, integrasi, dan otomatisasi proses akan dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah semangat kolaborasi antar CIO yang harus ditularkan ke para pimpinan organisasi. Biasanya yang dilakukan adalah para CIO melakukan kajian terlebih dahulu, dan mendesain arsitektur proses baru (baca: tentatif) yang dipresentasikan kepada para pimpinan dengan sebuah pesan penting yaitu desain terkait dapat dan mungkin diterapkan oleh beragam organisasi tersebut. Keluaran dari tahap terberat ini adalah kesepakatan untuk melakukan kolaborasi secara lebih jauh, yaitu dengan memperhatikan nilai (atau value) dari pemegang kepentingan utama dari seluruh organisasi yang berkolaborasi. Ragam proses baru inilah yang akan menjadi cikal bakal atau embrio arsitektur sebuah
sistem informasi terintegrasi yang dimaksud, yang merupakan penjelmaan ”secara tidak sadar” kumpulan sistem informasi organisasi beragam yang ada.

Tahap V: Optimalkan Infrastruktur
Rancangan beraneka ragam proses baru yang dihasilkan pada tahap sebelumnya tidaklah akan berjalan secara efektif, efisien, optimal, dan terkontrol dengan baik apabila secara fundamental tidak dilakukan penyesuaian terhadap infrastruktur organisasi yang ada – dalam hal ini adalah arsitektur sistem informasi terintegrasi yang dimiliki. Dalam kaitan inilah maka optimalisasi sistem informasi terintegrasi yang bercikal bakal pada masing-masing sistem informasi organisasi akan menghasilkan sebuah sistem dengan komponen-komponen lengkapnya seperti: perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur jaringan, sumber daya manusia, sistem database terpadu, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan bahwa proses optimalisasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemegang kepentingan utama dengan batasan (baca: contraint) tetap dijaganya kinerja masing-masing sistem informasi untuk melayani organisasi yang ada secara vertikal. Keluaran dari tahap optimaliasi ini adalah sebuah sistem informasi terpadu yang dapat bekerja secara efektif melayani kepentingan vertikal maupun horisontal. Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya, yaitu semakin eratnya relasi antar organisasi yang berkolaborasi setelah melewati sejumlah tahap sebelumnya.

Tahap VI: Transformasi Organisasi
Tahap terakhir yang akan dicapai sejalan dengan semakin eratnya hubungan antar organisasi adalah transformasi masing-masing organisasi. Transformasi yang dimaksud pada dasarnya merupakan akibat dari dinamika kebutuhan lingkungan eksternal organisasi yang memaksanya untuk menciptakan sebuah sistem organisasi yang adaptif terhadap perubahan apapun. Sistem informasi masa kini yang dibangun dengan menggunakan paradigma rumah tumbuh dan berbasis komponen (baca: object-based approach) secara tidak langsung akan menular kepada karakteristik dari organisasi terkait. Artinya, sejumlah hal baru akan tumbuh menggantikan sesuatu yang telah lama dianut, misalnya:
• Transformasi dari organisasi berbasis struktur dan fungsi menjadi organisasi berbasis proses;
• Transformasi dari organisasi berbasis sumber daya fisik menjadi organisasi berbasis pengetahuan;
• Transformasi dari organisasi berbasis kebutuhan pemilik kepentingan internal menjadi organisasi berbasis kebutuhan pemilik kepentingan eksternal;
• Transformasi dari organisasi berbasis rantai nilai fisik menjadi organisasi berbasi rantai nilai virtual; dan lain sebagainya.

Tahapan Setelah Integrasi
Dengan memperhatikan rangkaian kejadian di atas, terlihat bahwa proses integrasi merupakan sebuah strategi transisi yang terjadi secara alami, bukan dipaksakan oleh satu atau dua kubu kepentingan tertentu. Hal inilah yang sebenarnya menjadi kunci untuk melumerkan ketegangan politis yang terjadi dalam setiap proyek penggabungan atau kolaborasi sistem informasi. Dalam prakteknya, rangakaian tahapan tersebut akan berlangsung membentuk siklus hidup yang tidak berkesudahan, sejalan dengan keinginan setiap organisasi untuk selalu memperbaiki kinerjanya dari waktu ke waktu. Tentu saja setelah melalui proses evaluasi dan pembelajaran yang terjadi secara kontinyu dan berkesinambungan.

sumber:
http://www.batan.go.id/sjk/eII2006/Page02/P02h.pdf
Read More..

CIM (Corporate Information Management)

Enam dimensi Manajemen Informasi Perusahaan

Corporate informasi manajemen (CIM) atau manajemen informasi perusahaan adalah suatu proses:
• Membuat rasa Strategis
• Perencanaan pasokan untuk informasi masa yang akan datang
• Meningkatkan nilai utilitas sumber daya informasi yang tersedia
• Menghilangkan informasi yang berlebihan
• Memastikan kepatuhan terhadap informasi perundang-undangan yang terkait
• Meningkatkan pengembalian atas investasi di teknologi informasi


1) Membuat rasa Strategis
Korporasi menghadapi massa informasi yang dihasilkan luar informasi. Sebuah kekayaan potensi untuk mengidentifikasi tren perubahan, penting bagi organisasi, yang tersembunyi dalam berbagai sumber informasi eksternal. manajemen informasi perusahaan bertugas untuk mengidentifikasi kredibel dan relevan sumber informasi eksternal dan membangun sistem rasa dan respon yang memungkinkan tren bisnis melacak dan memberikan informasi yang diinterpretasikan untuk respon tindakan yang tepat.

2) Perencanaan untuk kebutuhan masa depan
Perubahan telah menjadi bagian dari bisnis normal. Sebagian besar perusahaan korporasi memiliki berbagai proyek mendorong inisiatif bisnis baru. Ketika sebuah proyek mengubah cara bisnis melakukannya hampir selalu menyiratkan bahwa akan ada kebutuhan informasi baru. Sebuah proses bisnis baru yang perlu dipantau dan informasi yang diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan. Inisiatif baru selalu membawa dengan mereka elemen risiko. Kunci keberhasilan pelaksanaan inisiatif strategis adalah untuk merencanakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan informasi baru.

3) Meningkatkan nilai utilitas informasi yang tersedia
Bisnis adalah didukung oleh siklus hidup informasi. Informasi persyaratan yang mendefinisikan, informasi ditangkap, informasi didistribusikan ke titik kebutuhan dan akhirnya informasi tersebut didistribusikan ke titik pengambilan keputusan. Nilai utilitas informasi didasarkan pada apakah informasi yang meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses operasional. Utility sering merupakan fungsi dari relevansi, akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu dengan mana informasi ini tersedia di titik kebutuhan. Nilai utilitas informasi Namun lebih dari relevansi, dll akurasi karena juga tergantung pada seberapa baik orang dilengkapi untuk menggunakan informasi. Manajemen informasi perusahaan harus memastikan bahwa proses berada di tempat untuk memastikan bahwa kualitas tinggi lahan informasi di tangan orang-orang berkualitas tinggi. Dalam ini bertujuan perbedaan antara Teknologi Informasi dan sumber daya manusia mengaburkan. Pada dasarnya manajemen informasi perusahaan menjamin proses bisnis dialog perbaikan berkesinambungan antara bisnis dan Teknologi Informasi untuk memastikan informasi yang tepat tersedia untuk mengamankan ia kelancaran proses bisnis.

4) Menghilangkan informasi yang berlebihan
Kutukan dari era informasi adalah kelebihan informasi. Di hampir setiap organisasi masih ada perangkat lunak modul berjalan dan membuat laporan yang tidak ada orang yang tertarik dalam manajemen informasi perusahaan harus mengidentifikasi informasi apa yang benar-benar dibutuhkan dalam bisnis ini dan informasi apa yang seharusnya tidak lagi diberikan. Dengan sengaja mengelola dari sumber-sumber informasi yang telah menjadi berlebihan biaya teknologi informasi dapat dikurangi tajam.

5) Memastikan kepatuhan) terhadap undang-undang
Legislasi adalah penangkapan dengan kekhasan era informasi. Legislasi menuntut bahwa suatu perusahaan melindungi informasi klien terhadap penyalahgunaan. Undang-undang lainnya adalah di tempat untuk mengamankan hak pemegang saham untuk memiliki akses ke informasi yang berkualitas untuk membuat keputusan investasi. Manajemen informasi perusahaan harus terus-menerus menginterpretasikan persyaratan hukum dan memastikan bahwa semua langkah berada di tempat untuk memastikan kepatuhan terhadap undang-undang.

6) Meningkatkan laba atas investasi di teknologi informasi
Pengembalian investasi menunjukkan peningkatan jumlah pendapatan yang dihasilkan, penurunan biaya teknologi informasi dan pengurangan risiko bisnis. Manajemen informasi perusahaan memastikan bahwa setiap potensi sumber daya teknologi informasi adalah sepenuhnya dieksploitasi oleh bisnis. Sebuah value driver utama bagi manajemen informasi perusahaan adalah untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh informasi di perusahaan dengan memastikan bahwa informasi yang cukup terlindung dari penyalahgunaan dan pelecehan.

Manajemen Informasi
Manajemen Informasi (IM) adalah pengumpulan dan pengelolaan informasi dari satu atau lebih sumber dan distribusi informasi tersebut untuk satu atau lebih penonton. Hal ini terkadang melibatkan orang-orang yang memiliki kepentingan dalam, atau hak untuk informasi tersebut. Manajemen berarti organisasi dan kontrol atas proses, struktur dan penyampaian informasi.

Sepanjang tahun 1970-an ini sebagian besar terbatas pada file, pemeliharaan file, dan manajemen siklus hidup dari file berbasis kertas, media lain dan catatan. Dengan perkembangan teknologi informasi mulai tahun 1970-an, tugas manajemen informasi mengambil cahaya baru, dan juga mulai mencakup bidang pemeliharaan Data . Tidak ada lagi adalah pengelolaan informasi pekerjaan sederhana yang dapat dilakukan oleh hampir semua orang. Pemahaman tentang teknologi yang terlibat, dan teori di balik itu menjadi perlu. Sebagai penyimpanan informasi bergeser ke cara elektronik, ini menjadi lebih dan lebih sulit. Pada akhir 1990-an ketika informasi secara teratur disebarluaskan melalui jaringan komputer dan dengan cara elektronik lainnya, manajer jaringan, dalam arti, menjadi manajer informasi. Orang-orang menemukan diri mereka bertugas dengan tugas semakin kompleks, hardware dan software. Dengan alat terbaru yang tersedia, manajemen informasi telah menjadi sumber daya yang kuat dan biaya yang besar untuk banyak organisasi.

Singkatnya, manajemen informasi memerlukan pengorganisasian, mengambil, memperoleh dan memelihara informasi. Hal ini terkait erat dan tumpang tindih dengan praktek Manajemen Data.

konsep manajemen Informasi
Setelah teori ilmu perilaku manajemen, terutama yang dikembangkan di Carnegie Mellon University dan menonjol diwakili oleh Barnard, Richard M. Cyert , Maret dan Simon , sebagian besar dari apa yang terjadi di organisasi jasa sebenarnya pengambilan keputusan dan proses informasi. Faktor penting dalam informasi dan analisa keputusan proses demikian kemampuan terbatas individu untuk memproses informasi dan membuat keputusan di bawah keterbatasan ini.

Menurut Maret dan Simon, organisasi harus dianggap sebagai sistem koperasi dengan tingkat tinggi pengolahan informasi dan kebutuhan yang luas untuk pengambilan keputusan di berbagai tingkatan. Mereka juga mengklaim bahwa ada faktor-faktor yang akan mencegah individu dari bertindak ketat rasional, dalam berlawanan dengan apa yang telah diusulkan dan dianjurkan oleh teori klasik. Sebaliknya, mereka mengusulkan bahwa keputusan apapun akan sub-optimal karena rasionalitas dibatasi dari pembuat-keputusan.

Alih-alih menggunakan model manusia ekonomi, seperti yang dianjurkan dalam teori klasik, mereka mengusulkan orang administratif sebagai alternatif yang didasarkan pada argumentasi mereka tentang batas-batas kognitif rasionalitas.

Sedangkan teori yang dikembangkan di Carnegie Mellon jelas mengisi beberapa kesenjangan teoritis dalam disiplin, Maret dan Simon tidak mengusulkan suatu bentuk organisasi tertentu yang mereka dinilai sangat layak untuk mengatasi keterbatasan kognitif dan rasionalitas dibatasi pembuat keputusan. Melalui argumentasi mereka sendiri terhadap model pengambilan keputusan normatif, yaitu, model yang menentukan orang-orang bagaimana mereka harus memilih, mereka juga meninggalkan ide tentang bentuk organisasi yang ideal.
Selain faktor-faktor yang disebutkan pada bulan Maret dan Simon, ada dua aspek besar lainnya, yang berasal dari dinamika lingkungan dan organisasi. Pertama, adalah tidak mungkin untuk mengakses, mengumpulkan dan mengevaluasi semua informasi lingkungan yang relevan untuk mengambil keputusan tertentu pada, yaitu harga yang wajar waktu, dan usaha. Dengan kata lain, mengikuti kerangka ekonomi nasional, biaya transaksi yang terkait dengan proses informasi terlalu tinggi. Kedua, aturan organisasi dan prosedur dapat mencegah pengambilan keputusan yang paling tepat, yaitu, bahwa solusi yang sub-optimal dipilih sesuai dengan peringkat struktur organisasi atau kelembagaan aturan, pedoman dan prosedur, sebuah isu yang juga telah membawa maju sebagai kritik utama terhadap prinsip-prinsip organisasi birokrasi.

Menurut Carnegie Mellon School dan pengikutnya, manajemen informasi, yaitu, kemampuan organisasi untuk memproses informasi, merupakan inti kompetensi organisasi dan manajerial. Akibatnya, strategi untuk desain organisasi harus bertujuan meningkatkan kemampuan pemrosesan informasi. Jay Galbraith telah mengidentifikasi lima strategi desain organisasi utama dalam dua kategori - kapasitas informasi pengolahan meningkat dan mengurangi kebutuhan pengolahan informasi.
1. Pengurangan pengolahan kebutuhan informasi
1. Manajemen lingkungan
2. Penciptaan sumber daya slack
3. Penciptaan tugas mandiri
2. Meningkatkan kapasitas pemrosesan informasi organisasi
1. Penciptaan hubungan lateral
2. Sistem informasi vertikal

Manajemen lingkungan beradaptasi. Alih-alih untuk mengubah keadaan lingkungan, organisasi dapat mencari untuk memodifikasi lingkungannya. Vertikal dan horisontal kolaborasi, yaitu kerjasama atau integrasi dengan organisasi lain dalam sistem nilai industri berarti khas untuk mengurangi ketidakpastian. Contoh untuk mengurangi ketidakpastian dalam kaitannya dengan tahap sebelumnya atau menuntut sistem industri adalah konsep Supplier kolaborasi-Pengecer atau Efisien Customer Response.

Penciptaan sumber daya slack untuk. Dalam rangka mengurangi pengecualian, tingkat kinerja dapat berkurang, sehingga mengurangi beban informasi tentang hirarki. Sumber daya kendur tambahan, diperlukan untuk mengurangi pemrosesan informasi dalam hirarki, merupakan biaya tambahan untuk organisasi. Pemilihan metode ini jelas tergantung pada biaya alternatif strategi lain.

Penciptaan-berisi tugas diri. Mencapai penutupan konseptual tugas merupakan cara lain untuk mengurangi pemrosesan informasi. Dalam hal ini, satuan tugas-performing memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk melakukan tugas. Pendekatan ini berkaitan dengan tugas (de-) komposisi dan interaksi antar unit organisasi yang berbeda, antarmuka organisasi dan informasi yaitu.

Penciptaan hubungan lateral. Dalam hal ini, proses pengambilan keputusan ditetapkan lateral yang melintasi unit-unit organisasi fungsional. Tujuannya adalah untuk menerapkan sistem subsidiaritas keputusan, yaitu untuk memindahkan kekuasaan keputusan untuk proses, bukannya memindahkan informasi dari proses tersebut ke dalam hirarki untuk pengambilan keputusan.

Investasi dalam sistem informasi vertikal. Daripada memproses informasi melalui saluran hirarki yang ada, organisasi dapat membangun sistem informasi vertikal Dalam hal ini, arus informasi untuk suatu tugas tertentu (atau serangkaian tugas) yang diarahkan sesuai dengan logika bisnis diterapkan, bukan organisasi hirarkis.

Setelah konsep hubungan lateral, juga menjadi mungkin untuk menggunakan suatu bentuk organisasi yang berbeda dari informasi yang hirarkis yang sederhana. Organisasi Matrix bertujuan untuk menyatukan basis departemen fungsional dan produk dan mencapai keseimbangan dalam pengolahan informasi dan pengambilan keputusan antara struktur vertikal (hirarkis) dan horizontal (produk atau proyek). Pembentukan organisasi matrix juga dapat dianggap sebagai respon manajemen untuk terus-menerus atau permanen untuk adaptasi terhadap dinaika lingkungan, bukan respon terhadap tuntutan episodik.

Sumber:
http://it.toolbox.com/blogs/enterprise-design/the-six-dimensions-of-corporate-information-management-14790
http://en.wikipedia.org/wiki/Information_management
Read More..

Senin, 18 Oktober 2010

EBC (E-Commerce and E-Business)

E-Commerce

E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
* E-mail dan Messaging
* Content Management Systems
* Dokumen, spreadsheet, database
* Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan
* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
* Newsgroup
* On-line Shopping
* Conferencing
* Online Banking

Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.

Ruang Lingkup E-Commerce

ELECTRONIC BUSINESS, merupakan lingkup aktivitas perdagangan secara elektronik dalam arti luas.

ELECTRONIC COMMERCE, merupakan lingkup perdagangan yang dilakukan secara elektronik, dimana di dalamnya termasuk :
- Perdagangan via Internet (Internet Commerce)
- Perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web-Commerce)
- Perdagangan dengan sistem pertukaran data terstruktur secara elektronik (Electronic Data Interchange/EDI).

Perbedaan antara proses perdagangan secara manual dengan menggunakan e-commerce
Proses manual
Proses E-Commerce
Jelas terlihat perbedaan mendasar antara proses manual dengan e-commerce. Pada proses dengan e-commerce terjadi efisiensi pada penggunaan fax, pencetakan dokumen, entry ulang dokumen, serta jasa kurir. Efisiensi tersebut akan menunjukkan pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses. Kualitas transfer data pun lebih baik, karena tidak dilakukan entry
ulang yang memungkinkan terjadinya human error.

Secara ringkas e-commerce mampu menangani masalah berikut :
- OTOMATISASI, proses otomatisasi yang menggantikan proses
manual.(“enterprise resource planning” concept)
- INTEGRASI, proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi
dan efektivitas proses. (“just in time” concept)
- PUBLIKASI, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan
jasa yang dipasarkan. (“electronic cataloging” concept)
- INTERAKSI, pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan
meminimalkan “human error” (“electronic data interchange/EDI” concept)
- TRANSAKSI, kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi yang
melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran.
(“electronic payment” concept)

Keuntungan E-Commerce

Keuntungan e-commerce bagi konsumen :
• Keuntungan yang terbesar bagi konsumen adalah melakukan bisnis secara online dengan mudah. Seorang pembeli di internet dapat menggunakan komputer pribadinya pagi atau malam selama 7 hari per minggu untuk membeli hampir semua barang. Seorang konsumen tidak perlu mengantri di toko atau bahkan meninggalkan rumahnya;
• Beberapa perusahaan e-commerce telah membuat proses ini lebih mudah. Beberapa toko online menyimpan informasi kartu kredit pembelinya di server mereka, sehingga informasi yang dibutuhkan hanya dimasukkan sekali saja. Beberapa bisnis online bahkan tidak mengirimkan produk-produknya ke pelanggan melalui pos, khususnya yang menjual software komputer. Sebagai contoh: beyon.com mengizinkan para pelanggannya untuk men-download
software yang dibelinya langsung ke komputer mereka.
• Pengurangan biaya. Perusahaan yang menjual saham secara online, seperti etrade.com membebankan biaya hanya sekitar $ 10 per perdagangan, yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli saham tersebut melalui perantara saham tradisional.

Keuntungan e-commerce bagi bisnis :
• Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
• e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di internet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.

Secara ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut:
• Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
• Bagi Pengelola bisnis : efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
• Bagi Manajemen : peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.

Keamanan (Security)
Secara umum, keamanan merupakan salah satu komponen atau servis yang dibutuhkan untuk menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah dibahas di atas dalam bagian tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan privacy. Untuk menjamin keamanan, perlu adanya kemampuan dalam bidang ini yang dapat diperoleh melalui penelitian dan pemahaman. Beberapa topik (issues) yang harus dikuasai antara lain akan didaftar di bawah ini.

I. Teknologi Kriptografi. Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan data dengan menggunakan enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti sistem private key dan public key. Penguasaan algoritma-algoritma populer digunakan untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh algoritma ini antara lain DES, IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian dalam bidang ini di perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting. Salah satu masalah dalam mengamankan enkripsi adalah bagaimana memastikan bahwa hanya sang penerima yang dapat mengakses data. Anda dapat menggembok data dan mengirimkannya bersama kuncinya ke alamat tujuan, tetapi bagaimana memastikan kunci itu tidak dicuri orang di tengah jalan? Salah satu cara untuk memecahkannya adalah bahwa si penerima yang mengirimkan gemboknya, tetapi tidak mengirimkan kuncinya. Anda menggembok data dengan gembok yang dikirim olehnya dan mengirimkannya. Si penerima kemudian akan membukanya dengan kunci miliknya yang tidak pernah dikirimkannya ke siapa-siapa. Kini masalahnya bila data yang digembok itu dicuri orang, tetapi dengan enkripsi yang kompleks akan sangat sulit bagi orang itu untuk mengakses data yanmg sudah digembok itu.

II. One Time Pasword. Penggunaan password yang hanya dapat dipakai sebanyak satu kali. Biasanya password angka digital yang merandom angka setiap kali transaksi.

III. Konsultan keamanan. Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang keamanan dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi yang bergerak di bidang ini adalah IDCERT.

Berikut Keamanan di E-Commerce:
Microsoft dan Netscape, bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com.

Yang menandakan suatu retailer web site aman atau tidak adalah adanya tanda khusus yang muncul di status bar di bagian bawah layar browser. Pada IE, tanda yang muncul adalah tanda gembok terkunci di pojok kanan status bar. Sedangkan pengguna Netscape Navigator, akan melihat tanda kunci di pojok kiri status bar. Walaupun begitu, karena standar yang dipakai untuk secure connection ini relatif baru, belum semua cybershop menggunakan standar ini.

Kumpulan dari banyak cybershop yang telah terintegrasi dinamakan cybermall. Beberapa cybermall akan mengecek terlebih dahulu legitimasi dari cybershop yang akan masuk, sehingga dapat menghindari adanya cybershop yang palsu. Beberapa cybermall juga menyediakan jasa-jasa tambahan, seperti billing atau tagihan yang tersentralisasi, menjadikan proses belanja menjadi lebih mudah dan aman.

E-Business
E-bisnis dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semi otomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.

Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

Pembagian E-Business

E-BUSINESS dibagi menjadi 4 bagian :
1. Customer Relationship Management (CRM) :
sistem kustomisasi real time yang memanajemen kustomer dan melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang meliputi : Sales, pemasaran, data-data penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen.
2. Enterprise Resource Planning (ERP) :
sistem informasi pendukung e-business, yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam-internal perusahaan tersebut, yang meliputi : Production planning, integrated logistics, Accounting and Finance, Human Resource, Sales and distribution, order management.
3. Enterprise Aplication Program (EAI) :
merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan CRM.
4. Supply Chain Management (SCM) :
manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi.
SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.

Tujuan dan Manfaat Implementasi E-Bisnis
Tujuan implementasi e-bisnis adalah untuk mendukung efisiensi dan integritas pengelolaan data Sumber Daya Manusia, Keuangan, Supply Chain Management/Logistic Management. Selain itu berfungsi sebagai sarana komunikasi dan informasi bagi public dan stakeholders lainnya. Dengan berbasiskan internet, sistem ini dapat diakses dimana saja sesuai dengan hak akses yang telah ditentukan. Manfaat implementasi e-bisnis adalah :
- Meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
- Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok dan pendanaan yang sangat luas.
- Meningkatkan efisiensi perusahaan.
- Mempermudah pengelolaan asset perusahaan.
- Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan.
- Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholders.
- Mengatasi kesenjangan digital.
- Media mempromosikan kompetensi perusahaan.
- Memperlancar transaksi bisnis.
- Sarana penyebaran informasi secara luas.

Manfaat E-Bisnis bagi perusahaan, customer dan masyarakat

a. Bagi Perusahaan
* Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bias menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik dan menjamin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
* Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan dan mengakses informasi berbasis kertas (paperbased information).
* Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.
* Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen rantai nilai bertipe “pull”, yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan pemanufakturan just-intime (JIT).
* Memungkinkan perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap produk dan jasanya.
* Menekan waktu antara pemabyaran dan penerimaan produk/jasa.
* Meningkatkan prouktifitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
* Menekan biaya telekomunikasi.
* Manfaat-manfaat lainnya, seperti citra yang lebih baik, layanan pelanggan yang lebih bagus, proses yang lebih sederhana, mitra bisnis yang baru, waktu siklus dan pengiriman yang lebih murah dan fleksibilitas yang lebih tinggi.
* Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerjasama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga control kualitas, harga dan kecepatan penciptaan sebuah produk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang tidak berada di dalam control perusahaan.

b. Bagi Customer
* Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.
* Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan. Memungkinkan konsumen dalam mendaptakan produk dann jasa yang lebihmurah, karena konsumen biasa berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
* Dalam beberapa kasus, terutama produk yang terdigitalisasi, e-business memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time.
* Memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual.
* Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronic communities dan saling bertukar gagasan serta pengalaman.
 Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi pelanggan.

c. Bagi Masyarakat Luas
* Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang bepergian untuk berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.
* Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bias terjangkau oleh orang yang kurang mampu.
* Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan kawasan pedalaman menikmati produk dan jasa yang relatif langka di tempat tinggalnya, termasuk di dalamnya belajar jarak jauh lewat university.
* Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.

Security Dalam E-Business
Security Beberapa metode pengamanan data dalam transaksi E-Commerce dan E-Bussines yaitu Kriptografi Public Key yang merupakan sistem asimetris (tidak simetris) menggunakan beberapa key untuk pengenkripsian yaitu public key untuk enkripsi data dan private key untuk dekripsi data.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik

http://deris.unsri.ac.id/materi/deris/ecommerce_deris.pdf

http://www.sentralweb.com/2004/08/e-commerce/

http://lily.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14141/e_commerce.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/E-bisnis



Read More..
free counters